I. Tujuan Percobaan :

  • Mengetahui bagian-bagian mikroskop
  • Mengetahui cara penggunaan mikroskop
  • Melihat dan menggambarkan objek yang terlihat pada gelas benda/sediaan

II. Alat-Alat yang digunakan:

  • Mikroskop
  • Preparat/ sample
  • Cahaya (jika menggunakan mikroskop monocular), dan listrik (jika binocular)

III. Landasan Teori

A.     Dasar Teori

(http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Yunani”>bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.

I.I    Sejarah Mikroskop

Tidak ada catatan bilakah lensa itu dibuat, tetapi pembesaran gambar yang dibentuk oleh glas telah diketahui oleh bangsa Yunani dan Roma.

Anthony Van Leuwenhoek mula-mula menggunakan mikroskop sederhana pada bidang mikrobiologi yaitu memakai lensa sederhana berukuran diameter 270mm.

I.2  Jenis mikroskop

Jenis paling umum dari mikroskop, dan yang pertama diciptakan, adalah mikroskop optis. Mikroskop ini merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang ditaruh di bidang fokal dari lensa tersebut.

Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu, http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop_cahaya”>mikroskop cahaya dan http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop_elektron”>mikroskop elektron. Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan. Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan mikroskop monokuler dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel. Mikroskop monokuler merupakan mikroskop yang hanya memiliki 1 lensa okuler dan binokuler memiliki 2 lensa okuler. Berdasarkan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan, mikroskop dibagi menjadi 2 bagian, yaitu mikroskop sederhana (yang umumnya digunakan pelajar) dan mikroskop riset (mikroskop dark-field, fluoresens, fase kontras, Nomarski DIC, dan konfokal).

1.3 Bagian Mikroskop dan Fungsinya

1. Lensa okuler

Merupakan bagian yang dekat dengan mata pengamat saat mengamati objek. Lensa okuler terpasang pada tabung atas mikroskop. Perbesaran pada lensa okuler ada tiga macam, yaitu 5x, 10x, dan 12,5x.

2. Tabung mikroskop

Merupakan penghubung lensa okuler dan lensa objektif. Tabung terpasang pada bagian bergerigi yang melekat pada pegangan mikroskop sebelah atas. Melalui bagian yang bergerigi, tabugn dapat digerakkan ke atas dan ke bawah.

3. Makrometer (sekrup pengarah kasar)

Merupakan komponen untuk menggerakkan tabung mikroskop ke atas dan ke bawah dengan pergeseran besar.m

4. Mikrometer (sekrup pengarah halus)

Merupakan komponen untuk menggerakkan tabung ke atas dan ke bawah dengan pergeseran halus.

5. Revolver

Merupakan pemutar lensa untuk menempatkan lensa objektif yang dikehendaki.

6. Lensa objektif

Merupakan komponen yang langsung berhubungan dengan objek atau specimen. Lensa objektif terpasang pada bagian bawah revolver.
Perbesaran pada lensa objektif bervariasi, bergantung pada banyaknya lensa objektif pada mikroskop. Misalnya, ada perbesaran lensa objektif 10x dan 40x (mikroskop dengan dua lensa objektif); 4x, 10x, dan 40x (mikroskop dengan tiga lensa objektif); dan 4x, 10x, 45x, dan 400x (mikroskop dengan empat lensa objektif).

7. Panggung mikroskop

Merupakan meja preparat atau tempat sediaan obek/specimen.Pada bagian tengah panggung mikroskop terdapat lubang untuk jalan masuk cahaya ke mata pengamat. Panggung digunakan untuk meletakkan sediaan objek atau specimen. Pada panggung terdapat dua penjepit untuk menjepit object glass. Pada beberapa mikroskop lain, panggung dapat digerakkan ke atas dan ke bawah.

8. Diafragma

Merupakan komponen untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk melalui lubang pada panggung mikroskop. Diafragma ini terpasang pada bagian bawah panggung mikroskop.

9. Kondensor

Merupakan alat untuk memfokuskan cahaya pada objek atau specimen. Alat ini terdapat di bawah panggung

10. Lengan mikroskop

Merupakan bagian yang dapat dipegang waktu mengangkat mikroskop atau menggeser mikroskop.

11. Cermin reflektor

Digunakan untuk menangkap cahaya yang masuk melalui lubang pada panggung mikroskop, yakni dengan cara mengubah-ubah letaknya. Cermin ini memiliki permukaan datar dan permukaan cekung. Permukaan datar digunakan jika sumber cahaya cukup terang dan permukaan cekung digunakan jika cahaya kurang terang.

12. Kaki mikroskop

Merupakan tempat mikroskop bertumpu. Kebanyakan kaki mikroskop berbentuk seperti tapal kuda.

  1. Eyepiece / oculars (lensa okuler).Untuk memperbesar bayangan yang dibentuk lensa objektif
  2. Revolving nosepiece (pemutar lensaobjektif). Untuk memutar objektif sehingga mengubah perbesaran
  3. Observation tube (tabung pengamatan / tabung okuler)
  4. Revolving nosepiece (pemutar lensaobjektif)
  5. Stage (meja benda) Spesimen diletakkan di sini
  6. Objective lense (lensa objektif) Memperbesar spesimen
  7. Brightness adjustment knob (pengatur kekuatan lampu). Untuk memperbesar dan memperkecil cahaya lampu
  8. Main switch (tombol on-off)
  9. Diopter adjustmet ring (cincin pengatur diopter).Untuk menyamakan focus antara mata kanan dan kiri
  10. Interpupillar distance adjustment knob (pengatur jarak interpupillar)
  11. Specimen holder (penjepit spesimen)
  12. Illuminator (sumber cahaya)
  13. Vertical feed knob (sekrup pengatur vertikal) Untuk menaikkan atau menurunkan object glass
  14. Horizontal feed knob (sekrup pengatur horizontal). Untuk menggeser ke kanan / kiri objek glas
  15. Coarse focus knob (sekrup focus kasar). Menaik turunkan meja benda (untuk mencari fokus) secara kasar dan cepat
  16. Fine focus knob (sekrup fokus halus) Menaik turunkan meja benda secara halus dan lambat
  17. Observation tube securing knob (sekrup pengencang tabung okuler)
  18. Condenser adjustment knob (sekrup pengatur kondenser)

  B.  Prosedur kegiatan atau cara penggunaannya

Sebelum melakukan praktikum dengan menggunakan mikroskop cahaya maka perhatikan langkah-langkah berikut:

1. Letakkan mikroskop di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada persis di hadapan pemakai

2. Putar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi klik pada revolver

3. Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masuk, hingga dari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat (lapang pandang).

4. Tempatkan preparat pada meja benda tepat pada lubang preparat dan jepit dengan penjepit obyek/benda

5. Aturlah fokus untuk memperjelas gambar obyek dengan cara memutar pemutar kasar, sambil dilihat dari lensa okuler, untuk mempertajam putarlah pemutar halus

6. Apabila bayangan obyek sudah ditemukan, maka untuk memperbesar gantilah lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X,40 X atau 100 X, dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik.

7. Apabila telah selesai menggunakan, bersihkan mikroskop dan simpan pada tempat yang tidak lembab.

Cara penggunaannya :

  1. Letakkan mikroskop pada permukaan yang datar, tidak licin dan dekat dengan cahaya
  2. Nyalakan mikroskop denagn menekan tombol “on” jika menggunakan lampu, bila menggunakan cermin arahkan cermin ke sumber cahaya
  3. Letakkan gelas sediaan ke atas meja sediaan dan jepitkan
  4. Putar lempeng objektif ke objektif 10x
  5. Cari bayangan benda dengan memutar pengatur fokus kasar/skrup makro
  6. Jika sudah ditemukan bayangan objek, lalu fokuskan dengan mengatur lensa objektif sampai gambar kanan dan kiri menyatu
  7. Sesuaikan jarak antar pupil dengan mengatur lensa objektif sampai gambar kanan dan kiri menyatu
  8. Fokuskan gambar dengan mata kanan dengan cara melihat ke okuler kanan dengan mengatur pengatur halus
  9.  Fokuskan gambar dengan mata kiri dengan cara melihat ke dalam okuler kiri dan putar cincin penyesuai diopter sampai mendapatkan gambar yang paling jelas
  10. Atur diafragma iris, sesuaikan dengan perbesaran objektif
  11. Sambil menggeser kaca sediaan dengan penggeser carilah obyek benda yang diinginkan
  12. Lensa objektif bisa diputar ke 40x, dan 100 x, untuk penggunaan lensa objektif 100x harus menggunakan bantuan oli imersi
  13. Bila telah selesai atur kembali tegangan lampu ke minimum kemudian tombol di tekan ke “off” untuk mematikan mikroskop, turunkan meja benda hingga minimal
  14. Pada akhir pemakaian setiap hari bersihkan lensa dengan tissue lensa yang dibasahi eter alkohol perbandingan 30:70
  15. Simpanlah mikroskop dalam almari mikroskop yang dilengkapi dengan lampu 5 watt, untuk menghilangkan kelembaban.

IV. Data Hasil Pengukuran (terlampir)

V. Diskusi, Kesimpulan, dan Saran

  1. Kendala yaitu kami tidak terampil utuk mencari bayangan benda dengan mengatur skrup makro dan mikro sehingga memperoleh gambaran/ bayangan yang jelas dan jernih
  2. Kesimpulaan dari percobaan
  3. Saran : dalam penggunaan mikroskop hendaknya memperhatikan posisi mikroskop agar sample pada gelas sediaan tidak tertumpah, dan pengelola sebaiknya memperhatikan perawatan mikroskop terkhusus lensa agar tidak berjamur dan mikroskop tidak lembab.

VI. Tinjauan pustaka :

http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop

http://kirannahl.blogspot.com/2011/06/training-metodologi-penelitian-tmp-2011.html

http://www.akujagoan.com/2011/01/cara-menggunakan-mikroskop-yang-benar.html

Gabriel, J.F.1996.Fisika Kedokteran.Jakarta : EGC

About frislyoktavianti

aku sederhana.. . aku sulit ditebak... hohoho aku sayang Tuhan, sayang keluarga..., jg sayang orang yang menjadi bagian hidupku (sahabat,teman,atau siapapun)

5 responses »

  1. Eddy Developer's ! mengatakan:

    Nice Post, Untuk Di Jadikan Pembelajaran. Terima Kasih Banyak . :D

  2. frislyoktavianti mengatakan:

    ya.. terimakasih juga sudah berkunjung..

  3. siti suparti mengatakan:

    makasih…..buat ilmunya……. mantab

  4. wawan setiawan mengatakan:

    terima kasih untuk informasinya…
    semoga bermanfaat terutama bagi saya yang akan praktek

  5. rehan mengatakan:

    wahhh makasih banyak ya informasinya…
    “TOP BGT” :-D

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s