KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan makalah Promosi Kesehatan Transtheoretical Model (Model Transteoritik) ini tepat pada waktunya. Makalah ini di buat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Promosi Kesehatan.

Penulis berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan mahasiswa mengenai Model Transteoritik, sehingga mahasiswa memiliki bekal teori yang nantinya akan sangat bermanfaat dalam melaksanakan praktik di lapangan.

Memang makalah ini masih jauh dari sempurna, maka penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi menyempurnakan makalah ini.

Palangkaraya, Oktober 2011

                                                                                                                                   

BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

The Transtheoretical Model menurut Prochaska dan Diclement, 1983 adalah suatu model yang integrative tentang perubahan perilaku. Kunci pembangun dari teori lain yang terintegrasi. Model ini menguraikan bagaimana orang-orang memodifikasi perilaku masalah atau memperoleh suatu perilaku yang positif dari perubahan perilaku tersebut.

Model ini adalah suatu perubahan yang disengaja untuk mengambil suatu keputusan dari individu tersebut. Model melibatkan emosi, pengamatan dan perilaku, melibatkan pula suatu kepercayaan diri.

Catatan/Kertas ini akan mempertunjukkan aplikasi dari Transtheoretical Model itu. Model telah sebelumnya berlaku untuk suatu perilaku masalah yang luas. Ini meliputi perhentian merokok, latihan, diet rendah yang gemuk, radon/radium yang menguji, alkohol menyakititi, berat/beban mengendalikan, kondom gunakan untuk perlindungan HIV, perubahan keorganisasian, penggunaan dari sunscreens untuk mencegah kanker kulit, obat/racun menyakititi, pemenuhan medis, mammography menyaring, dan menekan manajemen. Dua dari aplikasi ini akan diuraikan secara detil, merokok manajemen tekanan dan perhentian. Yang terdahulu menghadirkan area yang dengan baik diteliti di mana berbagai test dari model ada tersedia dan intervensi efektif didasarkan pada model telah dikembangkan dan dievaluasi di berbagai percobaan/pengadilan yang klinis. Yang belakangan menghadirkan suatu area permasalahan di mana riset yang didasarkan pada Transtheoretical Model adalah di langkah-langkah yang perkembangan.

1.2    Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalahnya adalah:

  1. Penegertian the transtheoritical model
  2. Proses the transtheoritical

1.3    Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penulisan makalah ini adalah:

Menjelaskan pengertian “The Transtheoretical Model” serta proses dari The Transtheoretical Model

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1    Pengertian

 

Suatu model yang teoritis tentang perilaku ubah, yang telah (menjadi) basis untuk mengembangkan intervensi yang efektif untuk mempromosikan perubahan perilaku kesehatan. Transtheoretical Model ( Prochaska & Diclemente, 1983; Prochaska, DiClemente, & Norcross, 1992; Prochaska & Velicer, 1997) adalah suatu model yang integratif tentang perubahan perilaku. Kunci membangun dari teori lainnya terintegrasi. Model menguraikan bagaimana orang-orang memodifikasi suatu perilaku masalah atau memperoleh suatu perilaku yang positif. Pengaturan yang pusat membangun dari model adalah Langkah-langkah perubahan. Model juga meliputi satu rangkaian variabel yang mandiri, proses merubah perilaku, dan satu rangkaian hasil mengukur, termasuk Decisional Balance dan timbangan Temptation. Processes from Change adalah sepuluh aktivitas perilaku dan teori yang memudahkan perubahan. Model ini akan diuraikan di detil yang lebih besar di bawah.

2.2    Proses Transtheoretical Model

Kemunduran terjadi ketika individu berbalik ke suatu lebih awal langkah perubahan. Berbuat tidak baik lagi adalah satu format dari kemunduran, menyertakan kemunduran dari Maintenance atau Action [bagi/kepada] suatu langkah yang lebih awal. Bagaimanapun, orang-orang dapat mundur dari langkah apapun pada suatu langkah yang lebih awal. Berita yang tidak baik adalah itu berbuat tidak baik lagi menuju ke sebagai aturan ketika tindakan dikira kebanyakan permasalahan perilaku kesehatan. Berita gembira adalah itu untuk merokok dan latihan hanya sekitar 15% dari orang-orang mundu di semua jalan langkah Precontemplation. Mayoritas yang luas mundur ke Preparation atau Contemplating.
1. Precontemplation

Langkah dimana orang-orang tidak mempunyai niat untuk bertindak dimasa depan yang dapat diduga pada umunya 6 bulan ke depan. Orang-orang yang mungkin termasuk di langkah ini adalah mereka yang tidak diberitahu tentang konsekuensi dari perilaku mereka. Mereka bersifat menentang atau tanpa motivasi atau mempersiapkan promosi kesehatan.
Untuk individu seperti ini program promosi kesehatan tradisional sering tidak dirancang sesuai dengan keputusan mereka.

Pada tahap precontamplation menuju ke contamplation melalui proses :

  1. Peningkatan kesadaran : memberikan informasi.
  2. Dramatic relief : adanya reaksi seara emosional
  3. Environmental reevaluation : mempertimbangkan pandangan ke lingkungan.

2. Contemplation / Perenuangan.

Orang-orang berniat untuk merubah ke 6 bulan berikutnya. Mereka sadar akan pro menguvbah perilaku tetapi juga sangat sadar akan memberdayakan. Tahapan ini menyeimbangkan anatara biaya dan keuntungan untuk menghasilkjan 2 sifat bertentangan yang dapat menyimpan dalam periode lama.

Belum membuat keputusan yang tepat suatu reaksi. Pada tahap contemplation ke preparation melalui proses :

Self-reevaluation    : penilaian kembali pada diri sendiri
3. Preparation / Persiapan.

Langkah dimana orang-orang berniat untuk mulai bertindak di masa mendatang. Secara khas mereka mengambil keputusan penting dari masa yang lalu. Individu ini mempunyai suatu rencana kegiatan seperti sambungan suatu kelas pendidikan kesehatan, bertemu dengan dokter mereka, membeli suatu buku bantuan diri atau bersandar pada suatu perubahan.

Pada tahap preparation ke action melalui proses : self liberation
4. Action/ Tindakan

Langkah dimana orang sudah memodifikasi spesifik antara pikiran dengan perilaku. Banyaknya anggapan tindakan sama dengan perilaku. Namun dalam model ini perilaku tidak menghitung semua tindakan. Langkah action adalah juga langkah dimana kewaspadaan melawan terhadap berbuat tidak baik lagi adalah kritis.
Mulai aktif berperilaku yang baru.

Pada tahap action ke maintenance melalui proses :

  1. Contingency management : adanya penghargaan, bisa berupa punishment juga.
  2. Helping relationship : adanya dorongan / dukungan dari orang lain untuk mengubah perilaku.
  3. Counter conditioning : alternatif lain dari suatu perilaku.
  4. Stimulus control : aadanya control pengacu untuk merubah perilaku.

5. Maintenance / Pemeliharaan

Dimana orang-orang sedang aktif untuk mencegah berbuat tidak baik lagi tetapi mereka tidak menggunakan proses perubahan sering seperti halnya orang-orang dalam perang. Suatu langkah yang mana diperkirakan untuk terakhir. Ketika hasil dari maintenance positif / dapat mengubah perilaku yang lebih baik maka akan terjadi termination / perhentian.

Ketika setelah maintenance terjadi relaps maka bisa kembali pada tahap contemplation-preparation-action-maintence. Tidak lagi kembali ke Precontemplation, karena sudah ada kesadaran / niat.

Transtheoretical Model mengusulkan satu set membangun format itu adalah suatu ruang hasil multivariate dan meliputi ukuran yang adalah sensitif untuk maju di seluruh langkah-langkah. Ini membangun meliputi yang pro dan kontra dari Decisional Balance Scale, Temptation atau Self-efficacy, dan perilaku target. Suatu lebih terperinci presentasi dari aspek/pengarah ini pada model disajikan di tempat lain ( Velicer, Prochaska, Rossi, & Diclemente, 1996).
Decisional Balance. Decisional Balance membangun cerminan individu yang menimbang dari baik buruknya dari mengubah. Berasal dari model Mann’s dan Janis dari pengambilan keputusan ( Janis dan Mann, 1985) itu mencakup empat kategori dari pro ( laba yang sebagai penolong/musik untuk persetujuan dan orang lain dan diri untuk yang lain dan diri sendiri). Empat kategori dari memperdayakan adalah biaya-biaya sebagai penolong/musik ke penolakan dan yang lain dan diri dari yang lain dan diri. Bagaimanapun, suatu test yang empiris dari model mengakibatkan suatu banyak struktur yang lebih sederhana. Hanya dua faktor, yang pro dan contra, ditemukan ( Velicer, DiClemente, Prochaska, & Brandenberg, 1985). Dalam suatu merindukan rangkaian dari studi ( Prochaska, et al. 1994), sebanyak ini; sekian struktur yang lebih sederhana telah selalu ditemukan.
Self-Efficacy membangun menghadirkan keyakinan situasi yang spesifik yang orang-orang mempunyai bahwa mereka dapat mengatasi situasi yang resiko-tinggi tanpa relapsing kepada kebiasaan tak sehat atau yang resiko-tinggi mereka. Situational Temptation Measure ( Diclemente, 1981, 1986; Velicer, DiClemente, Rossi, & Prochaska, 1990) cerminkan intensitas dari himbauan untuk terlibat dalam suatu perilaku yang spesifik ketika di tengah-tengah situasi yang sulit. Itu ada di efek, sebaliknya dari kemajuan diri dan yang sama satuan materi dapat digunakan untuk kedua-duanya ukuran, menggunakan format tanggapan yang berbeda. Situational Self-efficacy Measure tidak cerminkan keyakinan dari individu untuk terlibat dalam suatu perilaku yang spesifik ke seberang satu rangkaian situasi yang sulit.
Keduanya ukuran Temptation dan Self-efficacy mempunyai yang sama struktur ( Velicer et al., 1990). Di riset mereka secara khas temukan tiga faktor yang mencerminkan paling umum jenis mencoba situasi: hal negatif mempengaruhi atau kesusahan emosional, situasi sosial yang positif, dan permohonan. Ukuran Temptation/Self-efficacy adalah terutama sekali sensitif pada perubahan yang dilibatkan sedang dalam proses di langkah-langkah yang kemudiannya adalah meramal yang baik dari berbuat tidak baik lagi.

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

The Transtheoretical Model dan Consciousness Raising mempunyai implikasi umum untuk semua aspek dari implementasi dan pengembangan intervensi. Kita akan dengan singkat menguraikan bagaimana berdampak pada di lima area : perekrutan, ingatan, kemajuan, proses, dan hasil.

Transtheoretical Model adalah suatu model yang sesuai untuk perekrutan dari suatu keseluruhan populasi. Intervensi yang tradisional sering berasumsi bahwa individu adalah siap untuk suatu perubahan perilaku segera dan yang permanen. Strategi perekrutan cerminkan asumsi dan, sebagai hasilnya, itu hanya suatu proporsi yang sangat kecil dari populasi mengambil bagian. Di kontras, Transtheoretical Model tidak membuat apapun asumsi tentang bagaimana individu siap adalah untuk ubah. Untuk mengenali individu yang berbeda itu akan berada di langkah-langkah yang berbeda dan intervensi sesuai itu harus dikembangkan untuk semua orang. Sebagai hasilnya, daftar biaya pengiriman barang-barang keikutsertaan yang sangat tinggi telah dicapai.

Transtheoretical Model dapat memudahkan suatu analisa dari mekanisme mediational itu. Intervensi adalah nampaknya akan secara diferensial efektif dengan membangun dan hubungan yang tergambar jelas, model dapat memudahkan suatu analisa proses dan pemandu peningkatan dan modifikasi dari intervensi itu.

Transtheoretical Model dapat mendukung suatu penilaian yang lebih sesuai tentang hasil. Intervensi harus dievaluasi dalam hal dari dampak mereka, yaitu perekrutan menilai kemanjuran. Intervensi yang didasarkan pada Transtheoretical Model mempunyai potensi untuk mempunyai kedua-duanya adalah suatu kemanjuran yang tinggi dan suatu tingkat tarif perekrutan yang tinggi, dengan begitu secara dramatis meningkatkan potensi yang berdampak pada di keseluruhan populasi dari individu dengan resiko kesehatan yang tingkah laku.

3.2  Saran

 

Bagi kita tenaga kesehatan sangat penting bagi kita untuk mengetahui model sepeti the transtheoritical untuk memberikan promosi kesehatan bagi klien, keluarga, dan masyarakat yang kita layani. Karena dengan model ini kita dapat memberikan promosi yang tepat.

About frislyoktavianti

aku sederhana.. . aku sulit ditebak... hohoho aku sayang Tuhan, sayang keluarga..., jg sayang orang yang menjadi bagian hidupku (sahabat,teman,atau siapapun)

5 responses »

  1. roby mengatakan:

    hallo, salam kenal. kunjungan balik dan komentarnya di tunggu di blog saya. bisa langsung klik nama saya untuk berkunjung ke blog saya.

    oh iya, biar lebih rapi, tulisannya bisa di bikin setengah aja yg di tampilkan. pake readmore aja..

  2. budies mengatakan:

    blog sudah tampil di komunitas janah, keep blogging

  3. welas asih rahayuning tyas mengatakan:

    udah bagus..tpi daftar pustakanya kok nggak ada????? :(

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s